Gue inget banget waktu pertama kali nonton Ninja Assassin. Waktu itu gue nggak ada ekspektasi tinggi. Gue pikir, “Ah paling cuma film ninja biasa, banyak aksi tapi nggak ada jiwa.” Tapi ternyata gue salah besar.
Movie ini literally bikin gue nggak bisa pindah pandangan dari layar. Adegan pembuka aja udah berdarah-darah kayak habis buka warung jagal malam-malam. Dan bukan cuma karena darahnya ya—tapi gaya bertarung, sinematografi gelap, dan atmosfer Jepang kuno ketemu modern yang bikin bulu kuduk merinding.
Film ini rilis tahun 2009, disutradarai oleh James McTeigue (sutradara V for Vendetta) dan dibintangi oleh Rain, penyanyi asal Korea Selatan yang berubah jadi pembunuh bayaran dalam sekejap. Gue juga sempat mikir, “Ini Rain yang nyanyi itu? Kok bisa jadi gini?” Tapi ternyata dia ngelatih tubuhnya habis-habisan selama berbulan-bulan demi peran ini. Totalitas banget.
Sinopsis Film Ninja Assassin (Tanpa Terlalu Banyak Spoiler)
Cerita film ini ngikutin tokoh utama bernama Raizo, yang sejak kecil dilatih di sebuah klan ninja kejam bernama Ozunu Clan. Ini bukan klan ninja yang lucu-lucu kayak Naruto, ya. Ini klan yang kalau kamu salah ngucap salam aja bisa langsung ditebas Wikipedia.
Raizo tumbuh sebagai salah satu pembunuh terbaik. Tapi kemudian dia mulai sadar, cara hidup mereka terlalu kejam. Ada satu kejadian (yang bakal lo liat di film) yang bikin dia sadar kalau hidup sebagai mesin pembunuh itu bukan takdir yang dia mau. Dari situlah dia membelot, dan klan Ozunu mulai memburunya.
Di sisi lain, ada juga karakter bernama Mika, seorang agen Europol (versi Eropanya FBI) yang nyari tahu soal organisasi ninja bayangan ini. Jalan cerita mereka akhirnya bertabrakan dan bikin ledakan aksi yang… gila sih.
Kenapa Film Ini Disukai Banyak Orang?
Salah satu alasan Ninja Assassin disukai adalah karena dia enggak nahan-nahan. Film ini gak takut nunjukin aksi brutal yang kadang bikin lo pengen tutup mata tapi penasaran juga. Adegannya cepat, gelap, penuh kejutan. Darahnya? Bohong banget kalau lo bilang nggak kaget pas liat banyak darah kayak tsunami merah.
Satu hal lagi yang bikin gue respect, film ini enggak cuma jualan aksi. Ada emotional core yang lumayan dalem, terutama pas kita diajak ngeliat masa kecil Raizo. Lo bisa ngerasain gimana dia tumbuh tanpa kasih sayang, cuma ditempa keras buat jadi alat pembunuh. Jadi pas dia akhirnya melawan balik, kita tuh dukung dia dari hati.
Dan tentu aja, Rain sebagai Raizo tuh… surprisingly keren. Bukan cuma dari segi fisik ya (badannya udah six-pack level dewa), tapi juga ekspresinya. Dinginnya dia tuh masuk banget buat peran pembunuh.
Part Paling Menegangkan di Film Ninja Assassin
Gue gak akan spoiler banyak, tapi ada satu adegan yang bener-bener bikin gue hampir lempar remote saking tegangnya.
Ada satu bagian di mana Raizo lagi dikejar-kejar di kota sama para ninja klan lamanya. Tapi yang bikin keren, dia gak kabur doang. Dia malah ngajak mereka bertarung di tengah jalan raya, dan lo bisa liat mobil-mobil tabrakan, pedang dilempar dari atap, dan Raizo manjat-manjat gedung kayak Spiderman versi gelap.
Tapi yang paling gue inget? Adegan saat dia disiksa waktu kecil. Cuma duduk nonton aja udah bikin gue gak nyaman. Adegan itu tuh kayak pengingat: jadi ninja itu bukan main-main. Gak ada yang romantis. Cuma darah dan rasa sakit.
Satu adegan klimaks juga gila banget: pertempuran di markas besar Ozunu Clan. Gelap, penuh jebakan, dan satu lawan banyak. Raizo ngeluarin jurus pamungkasnya di sana, dan wow… itu kayak final boss fight versi film laga.
Keunikan Film Ninja Assassin yang Jarang Disorot
Lo pernah liat ninja yang bener-bener kayak bayangan? Bukan ninja yang lari-lari di hutan pakai bandana ya, tapi ninja yang literally bisa menghilang dalam kegelapan?
Film ini nunjukin teknik shadow stealth ninja yang realistis—ninja bukan cuma petarung, tapi juga ahli infiltrasi. Mereka bisa ngilang, muncul tiba-tiba, dan bikin lo mati berdiri sebelum sadar. Serem sih.
Satu lagi, senjata-senjatanya juga gak biasa. Raizo sering banget pakai kusarigama, senjata rantai dengan pisau di ujungnya. Gerakan dia pake senjata itu tuh kayak nonton tari kematian. Indah tapi ngeri.
Desain produksi juga patut diacungi jempol. Lokasi-lokasi gelap, penuh kabut, pencahayaan minim—semua itu bukan tanpa alasan. Mereka pengen lo merasa masuk ke dunia ninja yang sesungguhnya: sunyi, gelap, dan selalu mengintai.
Keseruan Film Ninja Assassin Menurut Gue (dan Temen-Temen Gue)
Gue pernah ngajak nonton film ini bareng temen-temen kantor waktu itu. Yang cewek? Tutup mata setengah film. Yang cowok? Sorak-sorai tiap Raizo berhasil bikin musuh bertekuk lutut.
Salah satu temen gue malah bilang, “Ini film kalau ditayangin di bioskop sekarang, pasti langsung jadi cult lagi.” Dan gue setuju. Film ini underrated banget. Mungkin karena dia keluar di masa yang kurang tepat, atau mungkin karena banyak orang lebih milih film superhero waktu itu.
Tapi buat gue pribadi, Ninja Assassin adalah guilty pleasure. Film ini gak usah ribet dengan plot yang super kompleks. Tapi dia ngasih semua yang lo mau dari film action: darah, keadilan, aksi nonstop, dan karakter yang berkesan.
Tips Kalau Mau Nonton Film Ini
Kalau lo belum nonton, ada beberapa hal yang harus lo siapin:
-
Jangan nonton pas makan. Serius. Darahnya digital sih, tapi tetap aja bikin selera makan lo ilang.
-
Nonton pakai headset atau sound bagus. Musik latar dan efek suara tusukan itu penting banget buat dapetin suasana horor-nya.
-
Jangan terlalu berharap soal cerita. Ini bukan Inception atau Parasite. Ini murni hiburan berdarah dengan sedikit drama emosional.
-
Coba tonton dua kali. Pertama buat nikmatin aksi, kedua buat resapi perjalanan batin Raizo.
Apa yang Bisa Kita Pelajari dari Film Ninja Assassin?
Di balik semua darah dan kegelapan, Ninja Assassin sebenarnya ngajarin satu hal penting: kita bisa melawan sistem yang kita anggap salah.
Raizo lahir di lingkungan toksik, dilatih buat jadi pembunuh tanpa nurani. Tapi dia berani keluar, berani melawan, bahkan kalau itu artinya dia harus kehilangan segalanya. Banyak dari kita mungkin juga hidup di “klan” masing-masing—entah itu keluarga, pekerjaan, lingkungan—yang kadang mengekang.
Tapi selalu ada pilihan. Kadang menyakitkan, tapi itulah jalan menuju kebebasan.
Dan satu hal lagi… kadang, lo gak harus jadi superhero buat bikin perubahan. Cukup jadi manusia yang mau bilang “cukup” sama kekerasan dan mulai melawan dari hati.
Worth It Gak Nonton Ninja Assassin?
Kalau lo penggemar film aksi, Ninja Assassin wajib banget lo tonton minimal sekali seumur hidup. Iya, mungkin bukan film Oscar-worthy. Tapi buat yang haus akan aksi, pertarungan tajam, dan kisah gelap penuh misteri, ini salah satu hidden gem yang jarang dibicarakan orang.
Dan siapa tahu, setelah nonton lo bakal pengen ikut kelas bela diri… atau minimal belajar cara ngilangin jejak di kegelapan. Hehe.
Baca juga artikel menarik lainnya tentang Against the Ice: Kisah Nyata Ekspedisi Bertahan Hidup di Kutub yang Bikin Deg-degan disini