Industri game terus berkembang dengan ide-ide segar yang memadukan cerita klasik dan gameplay modern. Salah satu judul yang berhasil mencuri perhatian gamer global adalah Lies of P, sebuah game action RPG bergaya soulslike yang terinspirasi dari kisah legendaris Pinokio karya Carlo Collodi. Namun, alih-alih menyajikan cerita anak-anak yang ceria, Lies of P menghadirkan dunia kelam penuh kekerasan, misteri, dan tragedi yang mendalam.
Dikembangkan oleh Round8 Studio dan diterbitkan oleh NEOWIZ, Lies of P menjadi bukti bahwa dongeng klasik dapat diolah menjadi pengalaman bermain yang dewasa, menantang, dan emosional.
Dunia Krat: Kota Indah yang Berubah Menjadi Neraka

Lies of P mengambil latar di kota fiksi bernama Krat, sebuah kota bergaya Eropa era Belle Époque yang awalnya dikenal sebagai pusat kemajuan teknologi. Kota ini dipenuhi boneka mekanik yang diciptakan untuk melayani manusia. Namun, segalanya berubah ketika terjadi peristiwa misterius yang dikenal sebagai Puppet Frenzy, di mana boneka-boneka tersebut memberontak dan membantai penduduk kota.
Sebagai pemain, kamu akan menjelajahi Krat yang kini hancur, sunyi, dan dipenuhi ancaman di setiap sudut. Atmosfer kelam kota ini menjadi salah satu kekuatan utama Lies of P. Jalanan berkabut, gedung tua yang runtuh, dan suara logam berderit menciptakan rasa tegang yang konstan sepanjang permainan Steam.
Pinokio Versi Gelap: Protagonis yang Mencari Kebenaran

Dalam Lies of P, pemain berperan sebagai P, sebuah boneka humanoid ciptaan Geppetto. Tidak seperti kisah aslinya, Pinokio di sini adalah sosok serius dan penuh konflik batin. Tujuan utama P adalah menemukan Geppetto dan mengungkap kebenaran di balik kehancuran kota Krat.
Salah satu elemen unik dari game ini adalah mekanisme berbohong. Pemain sering dihadapkan pada pilihan dialog: berkata jujur atau berbohong. Setiap kebohongan akan memengaruhi perkembangan cerita, hubungan dengan karakter lain, serta menentukan ending yang akan diperoleh. Semakin sering P berbohong, semakin “manusia” ia menjadi—sebuah konsep filosofis yang jarang ditemui dalam game sejenis.
Gameplay Soulslike yang Menantang dan Memuaskan
Lies of P sangat terinspirasi oleh game soulslike seperti Dark Souls dan Bloodborne. Pertarungan dalam game ini menuntut ketepatan waktu, kesabaran, dan pemahaman pola serangan musuh. Kesalahan kecil bisa berujung kematian, namun setiap kegagalan memberikan pelajaran berharga.
Sistem Perfect Guard menjadi mekanik penting dalam pertempuran. Jika pemain berhasil menangkis serangan musuh dengan timing yang tepat, senjata musuh dapat rusak, membuka peluang serangan balik yang mematikan. Hal ini membuat pertarungan terasa strategis dan tidak sekadar mengandalkan serangan brutal.
Sistem Senjata Unik: Kustomisasi Tanpa Batas
Salah satu inovasi terbaik Lies of P adalah Weapon Assembly System. Pemain dapat menggabungkan blade (mata senjata) dan handle (pegangan) dari senjata yang berbeda untuk menciptakan kombinasi baru. Setiap kombinasi menghasilkan gaya bertarung, kecepatan, dan skill unik.
Sistem ini memberi kebebasan besar bagi pemain untuk menyesuaikan gaya bermain, apakah ingin bertarung cepat dan agresif atau lambat namun mematikan. Ditambah lagi, adanya Legion Arm, lengan mekanik dengan berbagai kemampuan khusus seperti grappling hook, ledakan listrik, hingga serangan api, semakin memperkaya variasi gameplay.
Musuh dan Boss yang Ikonik
Seperti game soulslike pada umumnya, Lies of P dipenuhi musuh berbahaya dan boss yang menantang. Boneka mekanik, makhluk grotesk, hingga manusia yang kehilangan akal sehat menjadi lawan yang harus dihadapi.
Pertarungan boss adalah salah satu aspek paling berkesan. Setiap boss memiliki desain visual yang unik, latar cerita tragis, dan pola serangan kompleks. Kemenangan atas boss tidak hanya memberikan rasa puas, tetapi juga memperdalam pemahaman pemain terhadap dunia dan cerita Krat.
Visual dan Musik yang Membangun Emosi
Dari segi visual, Lies of P tampil memukau dengan detail lingkungan yang kaya dan desain karakter yang artistik. Nuansa gelap dan gotik berpadu dengan estetika steampunk, menciptakan identitas visual yang kuat dan mudah dikenali.
Musik dan sound design juga memainkan peran penting. Melodi sendu, suara langkah kaki di jalanan kosong, serta dentingan logam saat bertarung berhasil membangun emosi dan ketegangan. Bahkan, game ini menghadirkan piringan musik yang bisa dikoleksi dan diputar, menambah kedalaman atmosfer dan cerita.
Cerita Filosofis tentang Kemanusiaan
Lebih dari sekadar game aksi, Lies of P mengangkat tema filosofis tentang kemanusiaan, kebebasan, dan kebenaran. Apa arti menjadi manusia? Apakah kebohongan selalu buruk? Apakah emosi membuat seseorang lebih hidup atau justru membawa kehancuran?
Pilihan-pilihan yang dibuat pemain sepanjang permainan secara halus membentuk jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Inilah yang membuat Lies of P terasa lebih dari sekadar game, melainkan sebuah pengalaman naratif yang mendalam.
Dongeng Kelam yang Layak Dimainkan
Lies of P adalah contoh sempurna bagaimana cerita klasik dapat diinterpretasikan ulang menjadi sesuatu yang segar dan berani. Dengan gameplay soulslike yang solid, sistem kustomisasi inovatif, cerita mendalam, serta atmosfer kelam yang memikat, game ini layak disebut sebagai salah satu RPG aksi terbaik dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi penggemar game menantang, cerita gelap, dan dunia penuh misteri, Lies of P bukan hanya sekadar pilihan—melainkan sebuah keharusan untuk dimainkan.
Sistem Progression dan Build Karakter yang Fleksibel
Selain pertarungan yang menantang, Lies of P menawarkan sistem progression karakter yang cukup fleksibel. Pemain dapat mengalokasikan poin statistik seperti Vitality, Vigor, Capacity, Motivity, dan Technique sesuai gaya bermain. Apakah ingin fokus pada serangan berat, kecepatan, atau daya tahan, semuanya dapat disesuaikan.
Keberadaan P-Organ System juga menjadi pembeda penting. Sistem ini memungkinkan pemain membuka berbagai kemampuan pasif dan peningkatan unik melalui Quartz yang diperoleh sepanjang permainan. Dengan P-Organ, pemain bisa meningkatkan
Baca topik lain seputar : Games
Baca juga artikel menarik tentang : Skate Story: Game Skateboard Surealis di Steam yang Lebih Mirip Karya Seni daripada Game
